Hitam menjadi salah satu warna yang jarang muncul pada makanan atau minuman. Namun sesungguhnya warna ini bukanlah tidak ada yang memakainya pada makanan atau minuman. Ada beberapa material yang dapat digunakan untuk menghasilkan warna hitam yang aman pada makanan atau minuman. Di Indonesia sendiri, bahan-bahan yang dapat dijadikan pewarna hitam alami untuk kuliner cukup mudah ditemukan. Beberapa penghasil warna hitam makanan ini ada yang dibuat dari tanaman, dan ada juga yang dari hewan.
Bahan-bahan Penghasil Warna Hitam Pada Makanan Dan Minuman
- Kecap

Kecap merupakan salah satu bumbu dapur berwarna hitam yang tentunya juga dapat mengubah makanan menjadi warna hitam. Namun itu tergantung pada banyaknya jumlah kecap yang dicampurkan dalam makanan atau masakan. Jika hanya sedikit maka hanyam menghasilkan warna coklat, atau mungkin malah tidak ada perubahan warna. Ada dua jenis kecap yang dibedakan berdasarkan rasanya, yaitu manis dan asin. Sedangkan untuk jenis kecap berdasarkan bahan baku pembuatnya lebih banyak lagi, diantaranya kecap kedelai biasa dan kedelai hitam, kecap dari tiram, kecap inggris dari mustard inggris, kecap ikan, kecap air kelapa, dsb.
- Kluwek Atau Kepayang

Bahan kedua yang dapat menghasilkan warna hitam adalah biji kluwek atau kepayang. Inti dari kluwek berwarna hitam dan sering dijadikan sebagai salah satu rempah untuk bumbu dapur. Salah satu masakan yang terkenal dengan warna kuahnya yang hitam adalah rawon (Surabaya). Biji dari kluwek ini beracun ketika mentah, ia mengandung asam sianida. Jadi harus dimasak dahulu kemudian dikubur dalam tanah untuk menghilangkan kandungan asam dan zat lain yang dapat menyebabkan keracunan dan membahayakan nyawa. Namun dipasar juga sudah banyak yang menjualnya dalam bentuk matang dan telah diolah terlebih dahulu sehingga aman untuk dikonsumsi.
- Arang Merang Dan Arang Bambu
Arang juga menjadi salah satu bahan yang bisa dan digunakan untuk menghasilkan warna hitam pada makanan atau minuman. Dua jenis arang dari tanaman yang dapat dijadikan sebagai penghasil warna hitam adalah arang merang/jerami dan arang batang tanaman bambu. Untuk memperoleh warna hitam, arang akan ditumbuk/dihaluskan, kemudian dilarutkan kedalam air, diperas dan disaring agar didapatkan zat pewarna hitam alami yang tentunya bersih.
- Kopi

Kopi mungkin jarang yang menggunakannya sebagai pewarna makanan atau minuman. Namun, pada dasarnya kopi yang mengharuskan disangrai dahulu agar matang dan bisa dikonsumsi juga menghasilkan warna hitam. Biji kopi yang menghasilkan warna hitam pekat adalah biji kopi dengan tingkat kematangan tinggi (high roasting). Pada hakikatnya, biji kopi juga bersifat seperti arang. Dimana ia dimasak sampai gosong sebelum dapat dikonsumsi. Untuk mendapatkan zat pewarna hitam dari kopi, caranya juga bisa seperti pada arang, yaitu dihaluskan dan dicampurkan ke dalam air lalu diperas dan disaring.
- Tinta Cumi, Gurita Dan Sotong

Tiga jenis chepalophoda air asin yaitu cumi, gurita dan sotong memiliki tinta berwarna hitam yang tidak masalah ketika masuk dalam perut manusia. Seringkali, masyarakat juga tidak membuang kantung tinta ketiga hewan ini saat dimasak, yang mana juga bisa membuat masakan berwarna hitam. Jadi, tinta dari cumi-cumi, gurita, dan sotong, bisa juga menjadi pewarna hitam alami untuk masakan.
Untuk memperoleh tingkat warna hitam yang sesuai dengan keinginan, maka diperlukan jumlah pewarna yang pas. Karenanya, keahlian dari orang yang memasak juga menjadi faktor penting untuk memperoleh hasil masakan yang di inginkan dengan warna hitam yang menarik dan tentunya rasa yang nikmat.
Demikian penjelasan singkat terkait dengan “Bahan-bahan Yang Dapat Dijadikan Sebagai Pewarna Hitam Alami Untuk Kuliner“. Tulisan ini juga berdasarkan pengetahuan, pengamatan, pendapat pribadi penulis dan juga dari referensi. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penulisan atau Informasi! Terima Kasih.
Referensi :
Wikipedia. “Kepayang”. https://id.wikipedia.org/wiki/Kepayang (diakses 19 Agustus 2021).
“Kecap”. https://id.wikipedia.org/wiki/Kecap