Ranggitan Atau Bayam Pasir Dan Nilai Manfaatnya

Deskripsi Tentang Tanaman Ranggitan Atau Bayam Pasir

Tanaman Ranggitan Atau Bayam Pasir adalah spesies tumbuhan terna tahunan dari famili Amaranthaceae. nama ilmiah dari ranggitan adalah Cyathula Prostrata. Nama lokal dari tanaman ini diantaranya rai-rai, rumput jarang-jarang, rendit banyu, dan lain-lain. Tanaman ini dianggap sebagai gulma dalam kehidupan manusia. Ia biasa hidup di sekitar pemukiman, tepi jalan, tepi saluran irigasi, area pertanian, hingga di hutan. Area dengan kondisi teduh dan ternaungi menjadi wilayah yang baik untuk tumbuhan ranggitan. Namun, ia juga dapat tumbuh di kawasan dengan sinar matahari langsung. Tanaman ranggitan telah tersebar di banyak wilayah, mulai dari Asia tenggara, China, Australia, Afrika, hingga di Amerika Tengah.

Tanaman rai-rai mempunyai morfologi yang mudah dikenali. Ia memiliki batang yang panjang dengan banyak percabangan dan menjalar ditanah. Batang tanaman silindris dengan warna hijau hinga merah. Perakaran serabut, selain di pangkal tanaman juga kerap tumbuh akar diruas atau ketiak tumbuhnya daun.

Daun tunggal terletak berpasangan, berbentuk belah ketupat dengan ujung lancip, tangkai daun pendek, pertulangan daun menyirip. Warna daun hijau dengan sedikit merah biasanya dibagian tepi daun serta tepi pertulangan. Daun tanaman ini juga mempunyai bulu tipis.

Bunga majemuk dengan malai panjang, tumbuh dari ujung tanaman. Bunga berukuran kecil, berbentuk seperti lanset hingga elips. Kelopak bunga juga mempunyai bulu-bulu halus. Buah berbiji satu, obovoid atau tidak pecah saat matang. Biji menjadi salah satu cara perbanyakan tanaman. Selain lewat biji juga bisa lewat stek batang.

Meski dianggap gulma, namun ranggitan mempunyai nilai guna sebagai obat. Akar, daun serta batang tanaman yang direbus dengan air bisa digunakan sebagai obat batuk, iritasi teggorokan, sakit perut, cacingan, demam, disentri, laxatif, diuretik, pelancar menstruasi, dan masih banyak lagi yang lainnya. Tanaman ini juga bisa digunakan untuk obat ruam pada kulit dan gatal karena ulat berbulu. Pada tanaman ranggitan terdapat kandungan saponin, alkaloid, steroid, minyak atsiri, cardiac glycosides, terpenoids, anthraquinones, serta phlobatanin.

Demikian penjelasan singkat terkait dengan “Ranggitan Atau Bayam Pasir Dan Nilai Manfaatnya“. Tulisan ini juga berdasarkan pengetahuan, pengamatan, pendapat pribadi penulis dan juga dari referensi. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penulisan atau Informasi! Terima Kasih.

Referensi :

Wikipedia. “Bayam pasir”. https://id.wikipedia.org/wiki/Bayam_pasir (diakses 06 Mei 2026).

“Cyathula prostrata”. https://en-wikipedia-org.translate.goog/wiki/Cyathula_prostrata?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc

Socfindo Conservation. “Rumput Jarang-Jarang”. https://www.socfindoconservation.co.id/plant/648

DEPARTEMEN KONSERVASI SUMBERDAYA HUTAN DAN EKOWISATA
FAKULTAS KEHUTANAN DAN LINGKUNGAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR. “KEANEKARAGAMAN HAYATI SEKITAR KITA:
RANGGITAN (Cyathula prostrata)”. https://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/161237/Keaneragaman%20Hayati%20Sekitar%20Kita%20-%20Rangitan%20%28Cyanthula%20prostrata%29.pdf?sequence=1&isAllowed=y