Kayu sonokeling menjadi salah satu jenis kayu dengan status premium yang memiliki harga tinggi dipasaran. Ia dikenal dengan seratnya yang menawan berwarna ungu hingga hitam. Kayu ini memang masih kalah familiar dibandingkan dengan kayu jati, namun ia juga memiliki harga yang tinggi dan bisa lebih mahal dari kayu jati. Pemanfaatan kayu sonokeling ini biasa digunakan untuk membuat furniture dan juga material bangunan.
Informasi Tentang Kayu Sonokeling

Kayu sonokeling merupakan kayu yang berasal dari tanaman dengan nama ilmiah Dalbergia latifolia. Pada nama kayu ini terdapat nama “keling” yang memiliki arti hitam. Hal ini mungkin berkaitan dengan bagian dalam kayu yang memiliki warna gelap ungu hingga hitam. Karenanya ada juga yang menyebut kayu sonokeling sebagai kayu hitam. Dalam dunia perdagangan internasional, kayu ini memiliki beberapa sebutan, yaitu Java palisander, Bombay blackwood dan Indian rosewood. Menggunakan nama Jawa dan India dalam penyebutannya dikarenakan tanaman ini terdapat di wilayah Jawa dan juga India.
Sebagai jenis kayu yang berkualitas dengan tingkat kekerasan yang bagus serta keindahan dari kayu menjadikan kayu sonokeling sebagai salah satu kayu premium yang dengan harga tinggi dipasaran. Kayu ini dapat dimanfaatkan untuk bahan bangunan, furniture, alat musik, hingga kerajinan kayu lainnya. Harga dari kayunya saja sudah tinggi, apalagi untuk harga barang-baranng yang dibuat dari material ini, sudah pasti sangatlah mahal. Karena harganya yang tinggi ini pula membuat kayu ini mengalami penurunan jumlahnya. Bahkan ia sudah sulit ditemukan tumbuh secara alami. Untuk tanaman sonokeling yang biasa diperjual-belikan saat ini merupakan hasil budidaya dari Perum Perhutani atau juga tanaman penduduk. Faktor lain yang membuat jumlah tanaman sonokeling besar mengalami kelangkaan karena pertumbuhannya yang terbilang lambat tidak seperti kayu jati atau mahoni. Untuk mencegah kepunahan dari kayu ini, pemerintah melalui KLHK mengatur penjualan kayu melalui surat nomor: S.1216/KKH/MJ/KSA.2/12/2016 pada tanggal 6 Desember 2016, dan berlaku sejak tanggal 2 Januari 2017.
Tanaman sonokeling dapat tumbuh dengan baik pada dataran tinggi sekitar 600 mdpl. Tinggi dari tanaman dapat mencapai 40 meter. Kulit batangnya berwarna coklat keabu-abuan dan pecah-pecah namun tidak dalam. Pada bagian dalam kayu terdapat warna yang coklat hingga hitam dan dengan serat yang berwarna lebih gelap, bisa ungu sampai ke hitam. Pada bagian bawah batang tanaman yang sengaja ditanam, ia akan dipotong percabangannya untuk mendapatkan kayu yang lurus dan panjang. Sedangkan untuk bagian atas tanaman ini percabangan membentuk kubah seperti tanaman beringin. Sonokeling merupakan tanaman dengan daun majemuk yang terdiri dari 5-7 lembar dengan alur menyirip dan posisi daun yang tidak sejajar pada bagian samping tangkai, dan pada bagian ujungnya terdapat satu daun. Ini mirip dengan beberapa daun dari tanaman familia fabaceae. Daun ini bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak kambing, domba atau kelinci.
Tanaman ini termasuk golongan tumbuhan monokotil yang memiliki biji berkeping tunggal. Biji dari tumbuhan sonokeling didapatkan dari buah yang berbentuk polong seperti buah lamtoro atau pete yang mana terdapat satu hingga beberapa biji pada satu buahnnya. Buah ini dihasilkan dari bunga berukuran kecil yang biasa muncul pada ketiak daun.
Demikian penjelasan singkat terkait dengan “Kayu Sonokeling Menjadi Salah Satu Kayu Premium Yang Memiliki Harga Tinggi“. Tulisan ini merupakan pemikiran penulis berdasarkan pada pengetahuan, pengamatan, dan juga dari referensi. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penulisan atau Informasi! Terima Kasih.
Referensi :
Wikipedia. “Sonokeling”. https://id.wikipedia.org/wiki/Sonokeling (diakses 12 November 2021).
KSDAE. “Peraturan Terbaru Peredaran Kayu Sonokeling (Dalberia latifolia) Dalam Negeri Dan Luar Negeri”. http://ksdae.menlhk.go.id/info/1012/peraturan-terbaru-peredaran-kayu-sonokeling-(dalbergia-latifolia)-dalam-negeri-dan-luar-negeri.html
Perhutani. “Kayu Sonokeling”. https://www.perhutani.co.id/product/kayu-sonokeling/