Kaktus merupakan tanaman yang tumbuh kuat dan dapat tumbuh dengan baik di wilayah panas dengan sedikit air. Sebagian besar vegetasi ini juga dikenal dengan duri yang berada pada batangnya, yang mana bertujuan untuk mengurangi penguapan yang biasa terjadi pada tanaman berdaun dan juga untuk melindungi diri dari pemangsa. Diantara banyaknya jenis tanaman kaktus, ada pula yang menghasilkan buah, dan dapat dikonsumsi oleh manusia, buah naga salah satunya. Buah naga dihasikan dari jenis kaktus genus Hylocereus dan Selenicereus. Buah Naga juga banyak diperjual-belikan di Indonesia dahulu ia memiliki harga yang tinggi namun sekarang lebih terjangkau
Informasi Terkait Buah Naga

Buah naga memiliki kulit halus dan tampak seperti bersisik karena terdapat lidah kulit yang memanjang seperti sisik naga. Namun ada juga jenis buah naga yang tidak memiliki lidah berawarna hijau ini yaitu dari jenis Selenicereus megalanthus. Tanaman dari buah naga yang masuk dalam familia tanaman kaktus bukanlah asli Indonesia. Ia merupakan tanaman dari wilayah Amerika tengah dan selatan. Meski bukan tanaman asli Indonesia, namun tanaman-tanaman kaktus penghasil buah naga dapat tumbuh dengan baik disini.
Buah naga memiliki daging yang berserat, memiliki kandungan air tinggi dan rasa manis. Ia juga dikenal dengan kandungan gizi yang melimpah. Salah satu kekayaan gizi dari buah ini adalah vitamin C. Buah naga berasal dari bunga yang indah dengan kelopak mahkota yang begitu banyak dan menghasilkan aroma wangi. Bentuk bunga ini seperti bunga dari tanaman wijaya kusuma. Bunga ini akan mekar pada malam hari dan melakukan penyerbukan dengan bantuan hewan penyerbuk seperti kelelawar, kumbang, lebah, burung dll. Biji dari buah-buah ini berwarna hitam dan empuk, dan dapat dimakan langsung. Biji ini juga dapat menjadi benih yang nantinya ditanam dan menghasilkan bibit atau tanaman baru untuk ditanam. Namun, tanaman ini lebih sering dikembang-biakkan lewat stek batang.
Batang dari tanaman-tanaman buah naga memiliki warna hijau seperti kebanyakan jenis tanaman kaktus. Tanaman ini memiliki percabangan yang berupa batang-batang baru yang nantinya menjadi tempat pertumbuhan bunga yang menjadi bakal buah. Tanaman ini membutuhkan tiang penyangga untuk menopang batang tanaman. Sebab batangnya tidaklah kuat untuk menopang banyaknya cabang dan juga panjangnya batang.
Terdapat empat jenis buah naga berdasarkan pada warna kulit serta daging buahnya, tiga dari genus Hylocereus dan satu dari genus Selenicereus, nama-nama ilmiah dari buah-buah ini adalah :
- Yang pertama dan paling banyak diperjual-belikan di Indonesia adalah Hylocereus undatus yang memiliki kulit berwarna merah muda dengan daging berwarna putih.
- Untuk jenis kedua yang sering ditemui di Indonesia adalah Hylocereus polyrhizus, ciri dari buah naga jenis ini adalah kulit muda dan dagingnya berwarna merah muda.
- Hylocereus costaricensis menjadi jenis buah naga ketika dari genus Hyocereus. Ciri dari buah ini adalah warna kulit dan dagingnya merah.
- Untuk jenis buah naga dari genus Selenicereus dengan nama ilmiah Selenicereus Megalanthus ciri-cirinya yaitu kulit berwarna juning, serta dagingnya yang berwarna putih.
Alasan Buah Naga Yang Dulunya Memiliki Harga Tinggi Kini Berubah Menjadi Begitu Terjangkau
Buah naga awal kemunculannya dulu dikenal dengan harga yang tinggi kini memiliki harga yang lebih terjangkau. Harganya dulu mencapai puluhan bahkan ratusan ribu Rupiah. Namun saat ini, untuk mendapatkan satu kilogram buah naga, bisa kurang dari dua puluh ribu Rupiah. Bahkan saat musim panen raya, harga buah ini juga sering anjlok. Hal ini pun sering disiasati oleh pelaku industri makanan yang kreatif dengan cara mengolah buah naga dalam bentuk lain seperti keripik, dan selai.
Alasan dari menurunnya harga buah ini adalah mudahnya membudidayakan tanaman kaktus yang satu ini di Indonesia. Mudahnya pembudidayaan buah naga juga menjadikan stoknya yang banyak dan berimbas pada penurunan harganya. Hal ini berlaku seperti hukum ekonomi, dimana ketika stok banyak maka harga akan lebih murah. Bahkan tanaman ini juga tidak hanya ditanam oleh pelaku usaha pertanian dalam jumlah besar. Dengan kemudahan pembudidayaan tanaman kaktus ini, ia juga sering ditanam dipekarangan oleh masyarakat kita. Perbanyakan tanaman yang bisa melalui stek batang, perawatan yang ringan, dapat berbuah sepanjang tahun, tidak membutuhkan banyak air (bahkan dapat membusuk jika terlalu banyak air atau suhu tempat ia tumbuh yang terlalu dingin), serta tahan terhadap penyakit dan hama. Namun meskipun tahan penyakit dan hama, ia bukannya kebal. Ada banyak juga penyakit dan hama yang bisa menyebabkan kerusakan hingga kematian pada tanaman buah naga jika tidak ditangani secara serius.
Demikian penjelasan singkat terkait dengan “Alasan Buah Naga Yang Dulu Memiliki Harga Tinggi Kini Telah Berubah Menjadi Lebih Terjangkau”. Tulisan ini merupakan pemikiran penulis berdasarkan pada pengetahuan, pengamatan, dan juga dari referensi. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penulisan atau Informasi! Terima Kasih.
Referensi :
Wikipedia. “Buah Naga”. https://id.wikipedia.org/wiki/Buah_naga (diakses 16 September 2021).
“Hylocereus”. https://id.wikipedia.org/wiki/Hylocereus