Deskirpsi Tentang Tanaman Jahe
Jahe atau halia adalah spesies tanaman herba dari genus Zingiber, Famili Zingiberaceae. Nama ilmiah dari jahe adalah Zingiber officinale. Kata zingiber pada tumbuhan ini berasal dari Bahasa Yunani Zingiberi, dimana kata ini berasal dari kata di Bahasa Sanskerta Singabera yang mempunyai arti tanduk. Hal ini disebabkan kerena bentuk rimpangnya yang mirip tanduk rusa. Tumbuhan jahe merupakan spesies tanaman asli Asia Tenggara. Perkembang-biakan tanaman jahe terjadi secara vegetatif lewat rimpang akar yang terkubur didalam tanah. Tanaman jahe dapat tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi sekitar 1000 mdpl kawasan tropis.
Karakteristik tanaman jahe mudah untuk dikenali. Ia mempunyai batang semu nan lunak berbentuk silindris yang bisa memiliki tinggi lebih dari 1 meter. Batang semu berwarna hijau. Daun adalah daun tunggal berbentuk pita dengan alur sejajar dengan warna hijau. Panjang daun bisa mencapai 50 cm untuk kultivar jahe berukuran besar. Bunga jahe tumbuh dari dalam tanah. Bunga berbentuk oval dengan panjang 5 cm dan lebar hingga 2 cm. Gagang bunga bersisik dengan jumlah hingga 7 buah. Mahkota bunga berwarna kekuningan dan memiliki putik berwarna ungu. Ia mempunyai putik berjumlah dua. Bunga dari tanaman jahe muncul saat tanaman telah tua.
Rimpang menjadi bagian terpenting dan paling utama dari tanaman jahe yang dimanfaatkan oleh manusia. Rimpang berasal dari akar yang mengembang hingga berbentuk seperti tanduk dan mempunyai banyak ruas. rimpang mempunyai bagian luar berwarna kekuningan hingga cokelat. Adapula rimpang jahe yang kulit luarnya berwarna merah sampai cokelat untuk kultivar jahe merah. Bagian dalam rimpang jahe berwarna kekuningan, berserat dan beraroma harum dan menyengat. Rimpang tanaman ini dipanen saat sudah tua dengan usia sekitar 8 bulan. Pada rimpang jahe menempel akar tunggang berbentuk tabung nan panjang berwarna putih kekuningan. Rimpang jahe dikenal mempunyai rasa pedas sedikit manis.
Pemanfaatan Rimpang Tanaman Jahe Oleh Masyarakat
Rimpang tanaman jahe telah dikenal sejak zaman dahulu dan secara luas di Dunia. Ia bisa dikenal sebagai rempah yang bermanfaat sebagai obat serta bumbu masak. Jahe menjadi salah satu jenis empon-empon yang cukup mudah ditemui di Indonesia. Ia dijual dalam bentuk rimpang segar, kering, hingga yang sudah dijadikan bubuk. Adapula yang mengolahnya menjadi minyak jahe. Rimpang jahe memiliki rasa pedas berasal dari senyawa zingeron.
Ada banyak manfaat dari rimpang tanaman jahe. Sejak dulu, masyarakat di Indonesia telah mengenalnya sebagai salah satu bumbu masak dalam masakan tradisional. Ia juga biasa dimanfaatkan sebagai bahan minuman. Dimana ia dikenal dengan khasiatnya yang dapat mengangatkan tubuh dan melegakan tenggorokan. Rimpang jahe juga dapat dijadikan sebagai obat, diantaranya untuk obat batuk atau flu, penghangat tubuh, hingga untuk obat gosok yang menghangatkan bagian luar tubuh.
Tiga Varietas Jahe Yang Biasa Kita Konsumsi
Terdapat tiga jenis jahe yang biasa kita konsumsi dan temukan pada saat ini. Ketiga jenis jahe tersebut adalah jahe merah, jahe gajah dan jahe emprit.
Jahe merah menjadi salah satu jenis jahe yang memiliki nilai tinggi dari segi harganya. Ia memiliki ciri warna merah pada kulit rimpang. Untuk rasa, jahe merah dikenal yang bermutu tinggi dan memiliki rasa pedas yang berada pada posisi kedua setelah jahe emprit atau berada ditengah-tengah antara jahe emprit dan gajah, namun untuk kehangatannya lebih baik dibandingkan jahe emprit. Ciri dari tanaman jahe jenis ini adalah ukurannya yang kecil dan pendek jika dibandingkan dengan jahe gajah atau jahe emprit. Dan Jahe merah ini memiliki ukuran tanaman yang lebih pendek dan kecil dibandingkan kedua jenis jahe lainnya.
Jahe gajah adalah jahe dengan ciri fisik ukuran rimpang yang paling besar dibandingkan jahe merah dan emprit. Sedangkan untuk rasa, jenis ini menjadi yang paling rendah kualitas pedasnya. Dan tidak lupa juga bahwa ia memiliki serat yang paling besar daripada kedua lainnya.
Jahe emprit atau biasa menjadi jenis jahe yang terakhir yang biasa dikonsumsi. Jahe ini ukuran rimpang dan tanamannya paling kecil, karenanya disebut sebagai jahe emprit. Rasa pedasnya berada diposisi paling atas diantara diantara jahe merah dan gajah.
Cara Mudah Memanam Tanaman Temu-temuan Di Pekarangan
Untuk menanam tanaman temu-temuan tidaklah sulit. Bagi yang tidak memiliki lahan yang luas juga bisa menanamnya pada pot ataupun polybag. Untuk memulai bertani tanaman dari keluarga temu-temuan dibawah ini beberapa langkah singkatnya:
- Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menyiapkan semua peralatan, perlengkapan dan bagian rimpang tanaman yang akan ditanam. Peralatannya sama seperti ketika bercocok tanam biasa seperti cangkul, atau sekop, hingga peralatan penyiraman sederhana yaitu ember dan gayung. Kemudian untuk perlengkapannya adalah pot atau polybag jika menanamnya di dalam wadah. Apabila menanamnya dilahan terbuka maka tidak membutuhkannya. Kemudian menyiapkan media tanam berupa tanah dengan banyak unsur hara. Lalu masukkan tanah kedalam wadah yang telah disiapkan. Jika menanamnya tidak didalam wadah, sebaiknya buat gundukan atau guludan pada lahan kemudian urai atau gemburkan tanahnya. Dan tidak lupa juga untuk menyiapkan benihnya, yaitu rimpang tanaman temu-temuan yang akan ditanam. Alangkah lebih baik ketika rimpangnya telah memunculkan tunas. Sebab kemungkinan untuk tumbuhnya lebih besar.
- Setelah tahapan diatas dilakukan, maka tinggal menggali media tanam untuk kemudian dibuatkan lubang sebagai tempat menanam benih. Kemudian masukkan benih kedalam lubang dan tutup kembali dengan media tanamnya. Terakhir tinggal menyiramnya dengan air. Setelah tunas muncul kepermukaan maka tinggal melakukan perawatan dengan menyiramnya ketika tanahnya kering dan jika perlu diberi pupuk kandang ataupun pupuk kimia untuk mempercepat masa pertumbuhan dan menambah nutrisi pada tanah.
- Untuk panen, menurut pengetahuan penulis adalah setelah 6 bulan dari awal penanaman jika tanaman tumbuh dengan normal. Ketika masa pertumbuhan sudah biasa untuk tanaman jenis ini tunas yang tua layu dan mati untuk kemudian digantikan dengan tunas yang baru. Tips ketika mengambil atau memanen rimpangnya adalah dengan menyisakan bonggol atau pangkal dari tanaman yang memiliki banyak akar agar bisa tumbuh kembali tanpa harus menanam lagi mulai dari rimpang.
Kriteria Rimpang Tanaman Temu-temuan Yang Berkualitas
- Kulit yang tidak keriput. Kondisi kulit keriput bisa disebabkan karena rimpang masih muda dan sudah dipanen sehingga cepat kehilangan kandungan airnya. Atau juga bisa juga karena stok lama dan kandungan air didalamnya sudah mulai menghilang.
- Rimpang menggembung/cembung merupakan salah satu tanda jika umbi sudah memiliki banyak cadangan makanan bagi tanaman. Ini juga bisa menjadi penilaian untuk standar rimpang temu-temuan yang bermutu.
- Bau yang tajam atau menyengat. Ketika bau dari rimpang tanaman sudah bisa tercium dari kulitnya bahkan tanpa mematahkan atau mengerok sedikit bagian kulitnya, bisa dikatakan bahwa rimpang empon-empon memang memiliki kualitas.
- Belum muncul banyak tunas tanaman, tidak masalah meskipun masih kecil. Munculnya tunas tanaman bisa terjadi karena stok lama. Seperti diketahui juga bahwa rimpang tanaman temu-temuan yang juga menjadi umbinya ini adalah tempat menyimpan cadangan makanan bagi tanaman. Jadi lama-kelamaan juga bisa muncul dan tumbuh tunas pada rimpang.
- Kandungan air dan saripati yang tinggi. untuk mengetahui hal ini bisa dipatahkan sedikit rimpangnya. kemudian dilihat, apakah bagian dalam rimpang tampak basah atau tidak. anda juga bisa merasakannya sedikit dengan lidah. bisa dengan mengambil sedikit bagian dalamnya untuk dirasakan. Jika sudah terasa maka rimpang memang berkualitas.
- Warna Bagian Dalam rimpang sudah menjadi terlihat dan tampak tebal. Contohnya untuk jahe, maka bagian dalamnya akan terlihat warna yang makin kuning saat tua. Begitu juga dengan kunyit yang akan tampak jingga ketika tua. Jika rimpang masih muda, maka bagian tengahnya biasanya bening, dan warna-warna akan sedikit memudar.
- Rimpang tanaman tidak busuk atau terdapat tanda-tanda pembusukan. Setelah terlalu lama disimpan atau berada pada kondisi lingkungan yang lembab, rimpang tanaman temu-temuan juga dapat membusuk. Tanda pembusukan ini juga mirip dengan bahan makanan lain yaitu berwarna coklat pada bagian dalamnya, dan berbau tidak sedap.
- Kemudian ada juga rimpang yang ditumbuhi jamur. Pada kondisi suhu yang lembab, ketika umbi tanaman temu-temuan ini telah kering, ia juga bisa ditumbuhi jamur pada bagian luarnya yang berwarna putih.
Demikian penjelasan singkat terkait dengan “Begitu Banyak Manfaat Yang Bisa Diambil Dari Rimpang Tanaman Jahe“. Tulisan ini juga berdasarkan pengetahuan, pengamatan, pendapat pribadi penulis dan juga dari referensi. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penulisan atau Informasi! Terima Kasih.
Referensi :
Wikipedia. “Jahe”. https://id.wikipedia.org/wiki/Jahe (diakses 01 September 2026).