MENGENAL TANAMAN KACANG TUNGGAK (VIGNA UNGUICULATA SUBSPESIES UNGUICULATA)

Tanaman kacang tunggak menjadi salah satu jenis tanaman Fabaceae yang bisa ditanam di Indonesia. Tanaman ini yang masih satu spesies dengan kacang panjang ini mempunyai nama ilmiah Vigna unguiculata subspesies unguiculata. Pemanfaatan dari bagian-bagian tanaman kacang tunggak ini mirip seperti kacang panjang, yaitu dimanfaatkan daun serta buahnya. Namun, berbeda dengan kacang panjang yang polongnya lebih umum diolah menjadi masakan dibandingkan dengan daunnya, pada tanaman kacang tunggak daunnya lah yang umum dimasak daripada buah atau polongnya. Hal ini karena kacang tunggak mempunyai buah yang keras, kaku, dan berbulu saat tua.

Ragam Info Tentang Tanaman Kacang Tunggak

 

Tanaman kacang tunggak merupakan sebutan untuk subspesies tumbuhan dengan batang merambat dengan nama ilmiah Vigna unguiculata unguiculata, spesies Vigna unguiculata, genus Vigna, subfamili Faboideae, dari suku atau famili Fabaceae (kacang-kacangan). Nama kacang tunggak biasa digunakan untuk menyebut buah dari tanaman ini.

Kacang tunggak masih berada pada spesies yang sama dengan kacang panjang, namun berbeda subspesies atau kultivarnya. Jadi kedua tanaman ini mempunyai banyak kemiripan morfologi. Tumbuhan kacang tunggak di budidayakan di Asia, Afrika, Eropa Selatan, hingga Amerika Selatan atau Amerika Latin. Di Indonesia, kacang tunggak juga menjadi salah satu jenis kacang yang familiar. Sebutan lain dari kacang tunggak adalah kacang tolo, kacang dadap, kacang landes, serta kacang otok.

Pemanfaatan dari bagian tumbuhan kacang tunggak terdapat pada daun serta bijinya. Daun dari tanaman kacang ini biasa diolah menjadi sayur, seperti sayur loder, urapan, pecel, dll. Sedangkan untuk biji kacangnya, orang-orang di Indonesia biasa mengolahnya menjadi berbagai camilan, contohnya warneng atau marneng, blendung, hingga diolah menjadi isian kue onde-onde atau koci. Mungkin banyak yang bertanya, mengapa buah atau polong kacang tunggak tidak dijadikan sebagai sayur layaknya kacang panjang. Jawabannya karena polong kacang tunggak yang keras, kaku, serta mempunyai bulu-bulu saat tua.

Tumbuhan kacang tunggak tergolong sebagai tanaman yang mudah tumbuh. Ia dapat ditanam pada lahan basah hingga semi arid (agak kering) yang tidak memiliki genangan air seperti kebun atau tegal, atau bisa juga dilahan persawahan saat musim kemarau. Tumbuhan kacang ini bisa ditanam pada wilayah dataran rendah hingga dataran tinggi 1.500 mdpl. Tapi idealnya berada pada lahan dengan ketinggian 0 – 500 mdpl. Suhu udara berada pada kisaran 20 – 35°C, curah hujan mulai dari 600 – 1.500 mm/tahun, serta pH 5,5 – 6,5. Tanaman kacang tunggak dapat ditanam pada berbagai jenis tanah, asalkan memiliki sistem irigasi yang baik.



Morfologi Tanaman Kacang Tunggak

Tanaman kacang tunggak mempunyai beberapa kemiripan morfologi dengan tanaman kacang panjang. Pohon dari kacang tunggak tumbuh melebar dan mempunyai banyak percabangan, kemudian dari cabang-cabang tersebut akan memanjang dan dapat merambat pada tanaman lain atau lanjaran. Batang tumbuhan kacang tunggak berwarna hijau dan memiliki bulu-bulu berwarna putih. Saat terkena kulit, bulu bisa menyebabkan rasa gatal.

Daun tanaman kacang tunggak termasuk dalam daun majemuk. Daun berjumlah tiga dalam satu tangkai utama atau tandan. Letak daunnya dua berada disamping, dan satu berada di ujung. Daun memiliki tangkai pendek yang kemudian menyambung pada pecabangan tandan, sehingga tampak seperti memiliki tangkai daun yang panjang. Bentuk masing-masing daun kacang tunggak ada yang segitiga, ada juga yang belah ketupat. Lalu perakaran tanaman ini adalah akar tunggang yang banyak. Pada akar juga sering memiliki butiran-butiran kecil berbentuk seperti bola.

Bunga dari tanaman kacang panjang juga termasuk bunga majemuk. Dimana dalam satu tandan bisa terdapat banyak bunga. Bunga memiliki bentuk mahkota seperti lambung hingga setengah lingkaran saat masih kuncup. Bagian terluar mahkota memiliki warna putih hingga abu-abu kecokelatan. Lalu bagian dalam mahkota berwarna biru atau ungu.

Buah dari tanaman ini berupa buah polong silindris yang panjang dengan ujung mengecil. Panjang dari polong kacang tunggak bisa mencapai lebih dari 20 cm. Polong kacang tunggak kaku, keras, memiliki daging yang berwarna hijau bening seperti gel dan mengandung banyak air. Permukaan polong kacang tunggak saat masih muda agak kasar karena ditutupi oleh bulu-bulunya, kemudian ketika sudah tua dan bulu-bulu dikulit polong sudah mulai rontok, maka terasa agak halus ketika diraba. Pada bagian biji, polong atau buahnya menonjol. Didalam buah polong terdapat biji panjang yang berbentuk bulat telur, lonjong, hingga berbentuk seperti lambung. Ketika masih muda, biji mempunyai warna hijau pucat. Warna dari biji yang tua dan kering cukup beragam, ada yang berwarna merah bata, putih, hitam, cokelat, putih kekuningan, serta kombinasi dari beberapa warna tersebut. Biji yang sudah kering dan keras bisa dijadikan sebagai benih tanaman. Namun, biji juga bisa diolah menjadi berbagai macam olahan makanan, seperti blendung, warneng, tempe, bubur, oncom, dan lain sebagainya.

Demikian penjelasan singkat terkait dengan “Tanaman Kacang Tunggak (Vigna unguiculata subspesies unguiculata)”. Tulisan ini juga berdasarkan pengetahuan, pengamatan, pendapat pribadi penulis dan juga dari referensi. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penulisan atau Informasi! Terima Kasih.

Referensi :

Badan Penelitian Dan Pengembangan (LITBANG) Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia. “Karakteristik Sumber Daya Genetik Kacang Tunggak”. https://www.litbang.pertanian.go.id/info-teknologi/2619/ (diakses 24 April 2022).

Wikipedia. “Kacang Tunggak”. https://id.wikipedia.org/wiki/Kacang_tunggak