MENGENAL AYAM MERAWANG, SALAH SATU RUMPUN AYAM LOKAL INDONESIA

Rumpun Ayam Merawang

Info Tentang Rumpun Ayam Merawang

Ayam Merawang merupakan rumpun ayam ternak lokal yang berasal dari Desa Merawang, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. Ayam ini mulanya adalah ayam yang dibawa oleh pekerja tambang timah sekitar 3 abad yang lalu ke Desa Merawang. Unggas ini telah ditetapkan sebagai rumpun ternak lokal oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia pada tanggal 10 Agustus 2012. Terbitnya Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2846/Kpts/LB.430/8/2012 menjadi awal dimulainya status ayam Merawang sebagai rumpun ternak lokal Indonesia. Ayam merawang telah menyebar secara luas tidak hanya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ia juga telah menyebar ke Provinsi Sumatera Selatan.

Rumpun Ayam Merawang
Sumber Gambar : https://dppp.bangkaselatankab.go.id/post/detail/1033-mengenal-ayam-lokal-dari-bangka-belitung

Sebagai rumpun ayam lokal yang telah ratusan tahun dipelihara serta dibudidayakan secara turun-temurun, kini ayam Merawang telah mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan yang menjadi sebaran aslinya. Ayam Merawang juga telah membentuk karakteristik fisik serta perilaku khas yang dipengaruhi oleh berbagai aspek di lingkungan ia tinggal.



Ayam Merawang memiliki bulu seragam, dominan warnanya adalah cokelat kemerahan dan cokelat keemasan. Pada bulu sayapnya terdapat sedikit variasi warna bulu hitam. Jengger yang dimiliki ayam ini adalah jengger tunggal, berwarna merah, dengan jumlah gerigi 5-9. Pial atau gelambir dibelakang paruh bawah adalah paruh ganda. Paruh si ayam ini panjang, agak melengkung dan mempunyai warna kuning. Kaki memiliki kulit berwarna kuning dengan sedikit warna merah yang membayangi. Kulit tubuh si ayam berwarna kuning dan putih kemerahan. Si jantan memiliki tubuh besar, tegak, punggung agak panjang, dada lurus, sayap rapat dengan sisi badan, lalu perut agak dalam dan lebar dengan bentuk segitiga. Untuk si ayam Merawang betina memiliki ukuran tubuh lebih kecil dari si jantan.

Ayam Merawang termasuk tegolong sebagai ayam dengan bobot tubuh sedang hingga berat. Saat dewasa, ayam Merawang jantan bisa memiliki berat sampai 3,1 kg, dan betina sampai 2,5 kg. Dalam satu tahun, ayam Merawang betina dapat bertelur hingga 125 butir, dan beratnya antara 38 – 45 gram. Ayam Merawang mencapai usia dewasa atau puber saat berusia sekitar 6 – 7 bulan. Lalu untuk usia bertelur pertama bagi si betina saat berusia sekitar 5,5 – 5,8 bulan. Ayam Merawang dewasa mengkonsumsi pakan ± 95 gram per hari.

Demikian penjelasan singkat terkait dengan “Ayam Merawang, Salah Satu Rumpun Ayam Lokal Indonesia”. Tulisan ini juga berdasarkan pengetahuan, pengamatan, pendapat pribadi penulis dan juga dari referensi. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penulisan atau Informasi! Terima Kasih.

Referensi :

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kepulauan Bangka Belitung. “Ayam Merawang, Ayam Lokal Khas Bangka Belitung”. https://babel.litbang.pertanian.go.id/index.php/sdm-2/15-info-teknologi/566-ayam-merawang-ayam-lokal-khas-bangka-belitung (diakses 19 April 2022).

Direktorat Jenderal Pertanian Dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian Republik Indonesia. “Ayam Merawang”. http://bibit.ditjenpkh.pertanian.go.id/content/ayam-merawang

“Penetapan Rumpun Ayam Merawang Sebagai Rumpun Ternak Lokal Indonesia”. http://bibit.ditjenpkh.pertanian.go.id/sites/default/files/Ayam%20Merawang.pdf